Showing posts with label Rindu. Show all posts

Hai

Shinjuku Station Peak Hour

Kereta Anda telah memasuki stasiun akhir. Sekali lagi, kereta Anda telah memasuki stasiun akhir. Terima kasih telah menggunakan jasa angkutan kereta api.

Suara masinis dari interkom di sudut gerbong.

Aku berjalan melewati kursi-kursi yang baru saja ditinggalkan penumpangnya. Keluar kereta dan mendapati stasiun begitu besar dan dipadati manusia. Musim liburan. Kuterobos kerumunan, tak sekali-dua kali tertubruk dan menubruk orang lain. Sampai tiba-tiba di tengah kerumunan yang hampir tak bergerak sebuah kecupan mendarat di pipiku. Aku hampir berteriak marah sebelum mendapati ternyata kamu yang ada di sana. Di antara kerumunan. Tersenyum.

"Hai" seru kita bersamaan.

Ah selalu saja kamu berhasil menemukanku.


LA.

Sampai Kita Dewasa dan Bijaksana untuk Menyadari

Bram Saladdin of The Experience Brothers
Pict Source: Flickr

Selamat malam,
Untukmu yang paling sering aku rindukan
Dan yang diam-diam kukirimi doa sebelum aku tertidur
Suatu hari kamu akan tahu
Bukan sekarang
Suatu hari
Ketika kamu sedikit lebih bijaksana
Ketika kamu mendekat pada Tuhan
Kamu akan tahu
Karena selama ini diam-diam aku mengadu pada Tuhan
Aku berdoa pada Tuhan
Untuk memberimu kebahagiaan
Untuk memberimu seseorang yang dapat mendampingimu menjadi manusia yang lebih baik
Untuk memberimu seseorang yang dapat memenangi monster dan ego dalam dirimu
Aku belum mampu untuk memberitahumu
Aku belum cukup dewasa dan bijaksana
Aku masih terlalu egois untuk dapat memenangi monster dan egomu
Aku masih belum cukup baik untuk mendampingimu
Sampai saat itu tiba,
Semoga kamu senantiasa berbahagia
Selamat malam dan selamat tidur


LA.

Sepi

Untitled
Pict: Nikoline

Rasa sepi paling absolut bukanlah ketika berada di sebuah konser sendirian. Bukan ketika menonton film di bioskop sendirian. Bukan ketika menikmati secangkir kopi di kafe favorit sendirian. Bukan juga saat makan siang sendirian
Rasa sepi paling absolut justru setelah hari yang begitu panjang dan melelahkan. Aku berbaring di tempat tidurku dan menyadari tidak ada seorangpun di sampingku. Juga tidak seorang temanpun di telepon genggamku yang berusaha menghubungiku

Seorang teman pernah berkata saat perbincangan tengah malam kami,
"Malam tidak selamanya sepi
Tidak juga selamanya gempita
Malam ini bisa saja sepi
Tapi besok pasti (setidaknya) akan sedikit lebih ria"




Aku mengamini itu.


LA.

Cara Pandangmu

Yang marah, yang merindukan
Yang diam, yang berusaha mendinginkan suasana
Yang banyak bicara, yang memedulikan

Namun...

Semuanya kembali padamu dan cara pandangmu


LA.

Popular Posts

Frasa. Powered by Blogger.