Showing posts with label Luka. Show all posts

Until You Go




The Mother We Share - Chvrches

Lagu ini mengalun dari alat pemutar musikku dalam seminggu terakhir. Tanpa lagu terputar, nada dan liriknya seperti terpatri dalam kepala. Malam ini entah bagaimana aku berakhir di coffee shop favorit kita dengan earphone terpasang di telinga, memutarkan lagu ini. Dengan sebuah jurnal berwarna kuning di hadapanku. Dengan bayangmu di jendela di hadapanku. Khayalan.


"Buat kamu, aku ini apa sih?"
"Sahabat?"
"Sahabat yang kayak gimana?"
"..."
"Kalau aku bilang, aku sayang kamu?"
"Aku sayang kamu juga. Aku nggak pernah nggak sayang kamu"
"Kalau aku pergi. Kamu gimana?"
"..."


Aku tidak pernah menjawab pertanyaanmu karena aku tidak pernah sekalipun membayangkan kamu akan pergi dari hidupku. Tidak dengan alasan apapun. Tapi, kemudian kamu pergi di suatu malam yang dingin karena aku tidak bisa memberikan alasan yang cukup untuk membuatmu tetap tinggal.



"Never took your side. Never cursed your Name. I keep my lips shut tight. Until you go. We've come as far as we're ever gonna get. Until you realize, that you should go"

Kutuliskan bait pertama lirik lagu itu di dalam jurnalku. Sebagai tanda aku melepaskan bayangmu.



LA.

Why Do I Keep Hitting Myself with a Hammer?

"Maybe we like the pain. Maybe we're wired that way. Because without it, I don't know, maybe we just wouldn't feel real. What's that saying? Why do I keep hitting myself with a hammer? Because it feels so good when I stop" - Meredith Grey, Grey's Anatomy

Grey's anatomy. Aku suka TV series yang satu ini dan aku nggak pernah nggak nangis nonton ini, setiap episode ada saja yang bikin aku nangis. Dari sekian banyak episode dan quotes, favoritku ya yang satu ini. Why do I keep hitting myself with a hammer? Hmph, aku nggak mau pointing finger ke orang lain, ngomong sama pantulan diri sendiri di cermin rasanya cukup saat menjawab pertanyaan ini.

Aku suka mental torturing.

Mental torturing favoritku: sayang sama kamu.

Kamu itu rasa sakit, efek dari 'mukulin diri sendiri pake palu' tapi toh aku tetap ngelakuin itu, tetep 'mukulin diri sendiri pake palu'. Supaya rasa sakitnya muncul, supaya ngerasain kamu ada. Aku? Masokis? Masokisnya ke hatiku sendiri sih, bukan ke fisik orang lain. Hahaha. Apa? Menyedihkan? Mungkin aja sih. Aku nggak tau sampe kapan aku akan 'mukulin diri sendiri pake palu' untuk ngerasain kamu ada di sampingku, mungkin aku harus mulai cari cara lain. Cara untuk bikin kamu beneran ada di sampingku. Mungkin caranya dengan bilang ke kamu... tentang rasa. Aku akan bilang, suatu hari. Ketika kamu nggak lagi sibuk sama perempuan-perempuan di sekeliling kamu.

Ponselku bergetar.

Tunggu. Itu dari kamu.



LA.

Skenario Semesta

bechaela

Dalam semestanya, dia membenci kakaknya yang selalu dan selalu terbebas dari hukuman orang tuanya
Dalam semestanya, dia muak pada sikap diam sang ayah. Atas semua hal
Dalam semestanya, dia dendam pada sang ibu karena menyebutnya tidak tahu terima kasih
Dalam semestanya, dia selalu mencari alasan untuk berada di luar rumah setiap harinya
Dalam semestanya, dia kesepian tapi terlalu malu untuk merengek pada teman-temannya, minta ditemani
Dalam semestanya, dia diam-diam berharap suatu saat akan menemukan seseorang yang mampu memenangkan ego dan monster di dalam dirinya
Tapi
Dalam semestanya, “Semua manusia diciptakan berpasangan” mulai terasa seperti omong kosong

Lalu dia berjalan meninggalkan kafe, berlalu begitu saja dari tatapan sepasang mata yang setiap menit tertuju padanya, yang tidak pernah dia sadari. Karena, dalam semestanya, semua hanya tentang dia.



LA.

Falling (In Love)

Untitled
Pict: Lisnaadwi

The only thing that comes along with 'falling' is the pain
In love, we don't mind to keep falling
Again and again
Because somehow, we're addicted to the pain
The pain that love brings


LA.

Semudah Itu

Messed up bed
Pict: Xian

Kekacauan yang kauciptakan:
Kau mengajakku keluar seusai jam kantor esok hari
Membuat tidur malamku kacau karena bersemangat

Kekacauan yang kuciptakan:
Aku bangun di pagi hari dengan penuh senyum
Membuat isi lemariku kacau karena bersolek

Kekacauan yang kauciptakan:
Kau mengirimiku sebuah pesan singkat
Menyatakan rencana harus dibatalkan karena keperluan mendadak

Kujatuhkan diri di atas tempat tidur
Seketika kusadari aku dikelilingi pakaian-pakaianku
Seperempat isi lemari ada di atas tempat tidurku

Kubangkit dan mendapati sebuah cermin di hadapanku
Seketika kusadari aku bahkan sudah memoles wajahku
Dengan bedak, pemulas mata dan pipi, bahkan gincu

Hatiku kacau
Aku kembali ke tempat tidurku
Bergumul di bawah selimutku
Dalam pakaian terbaikku
Dengan wajah tersolek cantik

Kantor?
Kantor apa?

Lima menit kemudian pesan singkat lainnya masuk
Darimu. "Maaf maaf maaf. Lain waktu ya"
Aku tersenyum pada layar ponselku
Dan membalas dengan dua huruf "Ok"

Semudah itu aku luluh padamu
Lagi.


LA.

Popular Posts

Frasa. Powered by Blogger.